Dagangan Bisa Menunggu, Bantu Keluarga Lebih Penting
Saya sudah hampir sepuluh tahun berjualan batagor di pinggir jalan Jakarta. Setiap pagi saya mendorong gerobak ke tempat biasa. Kalau cuaca cerah, pembeli ramai. Kalau hujan turun, dagangan sering sepi. Meski begitu, saya tetap semangat karena dari jualan batagor inilah keluarga saya bisa makan setiap hari. Suatu siang, saat minyak goreng masih panas dan pembeli mulai berdatangan, telepon saya berbunyi. Ternyata adik saya yang akan berangkat menggunakan pesawat Super Air Jet. Suaranya terdengar panik karena jadwal penerbangannya berubah. Dia meminta saya membantu mencari call center Super Air Jet Jakarta agar bisa mendapatkan penjelasan. Awalnya saya bingung. Saya jarang naik pesawat, apalagi mencari nomor layanan maskapai. Saya membuka internet lewat ponsel. Yang muncul justru banyak sekali nomor telepon. Ada yang mengaku call center, ada yang menawarkan bantuan tiket, bahkan ada yang meminta pelanggan menghubungi nomor tertentu. Saya tidak berani langsung menelepon. Saya takut salah ...